mencintai bukan lah hal yang mudah. Karena dengan mencintai kita harus siap dengan kenyataan yang pahit.. ya,, berani mencintai, berarti siap untuk di sakiti. Karena kita tidak slalu bersama dengan orang yang kita cintai. Karena hidup ini sudah ada yang atur. Kita sebagai manusia hanya tinggal menjalankan saja. Sepasang suami istri pun yang sudah berpuluh2 tahun hidup bersama nantinya juga akan berpisah. Ya,, karena maut. Karena nyawa seseorang sapa yang tahu. Hidup d dunia ituw gampang2 susah. Tinggal kita saja yang menentukan.Hmm.. memilih pasangan hidup juga tidak semudah yang kita bayangkan. Orang yang sudah pacaran lama juga belum tentu dalam kehidupan nya selalu bahagia. Bisa saja berakhir dengan perceraian. Tinggal kita saja yang menentukan kemana arah yang akan di pilih. Kunci dari ituw semua adalah slalu saling percaya, terbuka, dan jujur. Karena menyatukan dua manusia yang berbeda sangat lah sulit. Mulai dari pernedaan usia. Perbedaan latar belakang. Perbedaan prinsip. Semua nya akan tetap awet jika kedua insan tersebut saling percaya, saling terbuka, dan jujur. Juga saling menerima dan memahami kekurangan dan kelebihan masing2 pasanagan. Ituw adalah hal yang sulit. Tidak semudah yang kita bayangkan. Pasangan suami istri yang hidup rukun ituw karena mereka saling menerima, saling percaya, saling memahami, kelebihan dan kekurangan pada diri mereka dan diri diri pasangan mereka..
Begituw juga dengan jodoh. Jodoh ituw mang dah d atur oleh yang Kuasa. Tapi klo kita tidak mau berusaha, mana mungkin kita bertemu dengan jodoh kita. Kita juga harus tetap berusaha dan berdoa. Karena tanpa usaha, semua usaha kita sia-sia. Jangan terlalu memilih karena manusia di dunia ini tidak ada yang sempurna. Yang penting agama nya baik. Tentu saja semua yang ada dlam diri nya juga baik. Karena agama seseorang mencerminkan kepribadian org tersebut. Jika agama ny jelek, tentu saja apa yang ada dlm dirinya juga jelek. Tapi sebaliknya. Jika agama nya baik, maka baik semua perbuatan nya.. untuk harta memang penting dalam hidup ini. Tapi buat apa harta melimpah jika hati tidak tentram. Allah mengajarkan kita untuk slalu bersyukur dengan nikmat yang telah diberikan. Baik ituw sedikit ataupun banyak. Karena di akhirat nanti harta tidaklah penting. Yang utama adalah amal kita. Percuma kita memliki harta yang melimpah tapi kita tidak memiliki amal. Lebih baik hidup sederhana daripada hidup melimpah.
Seperti dalammemilih pasangan hidup. Buat apa kita nyari pasangan yang kaya raya, yang banyak hartanya, yang memiliki segalanya, jika orang tersebut tidak punya iman, tidak punya amal. Yang ada hanya harta, harta, dan harta. Karena dalam kehidupan rumah tangga, agama sangatlah penting. Kehidupan tanpa agama bagaikan rumah tanpa tiang. Karena agama adalah tiang yang kuat. Semakin kuat agamanya maka makin kuat juga tiangnya. Sedang kan jika agamanya kurang maka tiang ituw semakin lama semakin roboh..
Ada suatu peristiwa yang aku sendiri alami. Hidup di dalam rumah yang di dalam nya seperti neraka. Panas. Sumpek. Tidak nyaman. Tidak tenang. Awalnya aku merasa biasa2 aj. Tapi semakin lama semakin tidak nyaman untuk tinggal tersebut. Pdhl betapa indahnya jika rumah dihiasi dengan keimanan. Dengan cahaya Al-Qur’an. Tentunya seisi rumah terasa sejuk, nyaman, dan betah. Usul puny usul. Akhirnya ak menyadari mengapa rumah tersebut terasa kurang nyaman. Karena rumah tersebut tidak dihiasi denga agama yang baik, tidak dihiasi dengan cahaya Qur’ani. Karena rumahtersebut tidak diisi dengan keimanan. Astaghfirullah,, kadang ak berpikir mengapa ak ada di dalam rumah seperti ini. Ak ingin teriak yang kencang. Ingin agar semua orang tahu isi hatiku yang sebenarnya. Si suami tidak pernah shalat. Tidak pernah menjalankan perintah-Mu. Tidak pernah mengingat-MU. Tidak pernah menganggap Engkau ada.. apa yang harus aku lakukan. Supaya aku bisa kuat tinggal dalam rumah ituw.. aku slalu menangis. Menangis. Dan menangis. Memohon ampun pada-Mu.. kehidupan rumah tangga yang dilandasi tanpa iman sangatlh tidak baik. Karena kita hidup di dunia ini sangatlah cepat. Apa yang kita lakukan d dunia ini hanyalah sandiwara. Hanayalah sesaat. Waktu terus berlalu. Mengapa tidak kita lakukan atau kita isi dengan sesuatu yang baik. Menyembah pada ALLAh. Slalu mengingat-Nya. Slalu dan slalu. Karena DIA-LAH pemilik sgala yang ada di muka bumi ini.. kehidupan rumah tangga yang baik adalah kehidupan di mana didalamny diisi dengan penuh keimanan. Perbanyak ibadah. Shalat wajib. Shalat sunnah. Puasa. Ngaji. Dan sedekah. Karena hidup kita ituw hanya sementara. Marilah kita isi dengan kegiatan yang baik pula. Jangan hanya mengingat dunia saja. Karena apa yang kita punya skrang suatu saat nanti akan di ambil oleh ALLAH. Tanpa kita tahu. Tanpa kita siap. ALLAH akan mengambil semua yang ada pada kita. Karena apa yang kita miliki saat ini hanyalah titipan semata. Kita hanya disuruh menjaga..
Tuk ituw,, dalam memilih pasangan hidup lihatlah yang utama agama nya. Materi boleh2 aj. Tapi lebih baik melihat pada agama nya. Karena menikah hanya sekali dalam hidup, maka carilah yang baik. Yang bisa membimbing kita ke jalan yang lurus… bukan ke jalan yang sesat.
Hehehe.. puitis banget ya tulisan ku ini… sok menggurui banget. Tapi itulah kenyataan hidup. Bukan gossip. Bukan juga mengada2. karena aku dah mengalami nya.. dan rasa nya ga enak banget.. hehehe..


0 komentar:
Poskan Komentar